Kamis, 20 Januari 2011

Program Kesehatan Lingkungan

Inspeksi Sarana Air Bersih

Target Program Penyehatan Air yang ingin dicapai yaitu :
1. Cakupan air bersih perkotaan 100% dan pedesaan 85%.
2. Memenuhi syarat kimia dan bakteriologis 70%
Berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas air direkomendasikan untuk melakukan upaya perbaikan kualitas yang meliputi perbaikan pada parameter kekeruhan, besi, mangan, dan koliform.

Formulir Inspeksi Sanitasi Sumur Gali
1. Keterangan umum (lokasi dan kepemilikan)
2. Keterdapatan air (Kedalaman sumur gali, kedalaman muka air sumur gali,
kedalaman air)
3. Uriaian diagnose khusus:
- Ada jamban dalam jarak sekitar 10 meter dari sumur
- Ada sumber pencemaran lain dalam jarak sekitar 10 meter dari sumur (sampah,
kotoran binatang, genangan air)
- Genangan air dalam jarak 2 meter dari sumur
- Saluran pembuangan air
- Lantai semen radius 1 meter
- Retakan lantai yang mengelilingi sumur
- Digunakan ember
- Kebocoran pada kedudukan pompa tangan yg berbatasan dengan lantai
- Sumur dengan penutup


PEMBINAAN POKMAIR (Kelompok Pemakai Air):
Warga diberi pengetahuan mengenai karakteristik air bersih dan air minum serta karakteristik air yang memilki kandungan bahan kimia berlebih dalam air, tata laksana pemeriksaan kualitas air, cara memasak dan menyimpan air minum yang benar, serta diskusi mengenai permasalahan air bersih. Warga juga dibekali pengetahuan sederhana mengenai analisis masalah yang berkaitan dengan hasil uji kualitas air bila tidak memenuhi standar yang berlaku atau masalah-masalah yang sering ditemui seputar air bersih. Hal ini dilakukan agar masyarakat mampu menganalisis masalah yang mungkin akan ditemui sehingga mampu melakukan treatment sederhana pada air yang bermasalah, misalnya bila air tercemar bakteri E. Coli, sehingga warga menjadi mandiri dan termotivasi untuk memelihara sarana yang telah ada dan dipergunakan.

Target Program Penyehatan Tempat-Tempat Umum yaitu: memenuhi syarat kesehatan 80% dan Institusi terbina 60%.

Tempat Sampah Sementara yang memenuhi syarat:
1. Tidak merupakan sumber bau dan lalat dari rumah terdekat
2. Jarak terhadap rumah terdekat 60 m dan terjauh 200 m.
3. Jarak terhadap sumber air terdekat minimal 75 m.
4. Mudah dijangkau oleh kenderaan pengangkut sampah.

Tempat Pembuangan Sampah Akhir yang memenuhi syarat:
1. Lokasi tidak merupakan sumber bau, asap, debu, bising, lalat dan tikus bagi pemukiman terdekat.
2. Jarak terhadap pemukiman penduduk 3 Km.
3. Tidak merupakan sumber pencemar bagi sumber air bersih, minimum 200 meter
dari sumber air baku.

Klinik Sanitasi

Secara umum klinik sanitasi bertujuan untuk meningkatmya derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif, kuratif dan promotif yang dilakukan secara terpadu, terarah dan terus menerus di puskesmas.

Pelayanan klinik sanitasi dimaksudkan untuk mencegah, memulihkan dan memperbaiki lingkungan guna menurunkan angka penyakit berbasis lingkungan meliputi: malaria, DBD, campak, TB paru, ISPA/batuk pilek, kecacingan, penyakit kulit/gatal-gatal, diare, keracunan makanan, filariasis dan keluhan akibat lingkungan buruk/ akibat kerja. Klinik sanitasi perlu diwujudkan dan dikembangkan di Puskesmas.

Target klinik sanitasi:
1. Lingkungan sehat
a. KK penghuni rumah sehat 90%
b. Memiliki persadiaan air bersih 94%
c. Memiliki jamban sehat 86%
d. Angka bebas jentik nyamuk 90%

2. Perilaku sehat
a. Olah raga teratur 50%
b. Tidak merokok 90%
c. Perilaku hidup bersih dan sehat 50%

Tempat Pengelolaan Pestisida: Pest control, industri/pabrik pestisida, sawmill, perkebunan, toko/kios pestisida.
Pembinaan teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 258/MENKES/PER/III/1992 Tentang Persyaratan Kesehatan Pengelolaan Pestisida, meliputi :
a. Pemeriksaan dan pengawasan terhadap jenis, mutu, dan jumlah pestisida,
wadah pembungkus dan warna penandaan label serta publikasi pestisida;
b. Pemeriksaan dan pengawasan terhadap bahan-bahan, alat-alat yang digunakan
atau dihasilkan dalam pengelolaan residu pestisida;
c. Pemeriksaan dan pengawasan bahan-bahan yang mengandung residu pestisida;
d. Pemeriksaan kesehatan tenaga pengelola pestisida:
e. Pengawasan kegiatan pembuangan dan pemusnahan limbah pestisida;
f. Pengamanan penggunaan pestisida;
g. Bimbingan pengelolaan pestisida melalui penyuluhan, pendidikan dan latihan;
h. Pencatatan dan pelaporan tentang pembinaan pengelolaan pestisida.

Rumah Sehat:
1.. Pencahayaan
2. Atap
3. Dinding
4. Jamban Keluarga
5. Tersdia sarana air bersih
6. Ventilasi udara
7. Lantai
8. Tempat sapah
9. Sarana pembuangan air limbah.

Penyehatan lingkungan perumahan:
1. Halaman selalu bersih
2. Terdapat lubang sampah
3. Cuci, BAB di tempat yang telah disediakan
4. Jendela di buka pada sing hari
5. Pencahayaan cukup terang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.