Kamis, 20 Januari 2011

Aplikasi Ilmu Kesehatan Masyarakat

Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Penyakit merupakan suatu keadaan dimana terdapat gangguan terhadap bentuk dan fungsi tubuh sehingga berada dalam keadaan yang tidak normal.
Seseorang yang menderita penyakit belum tentu merasa sakit, demkian pula sebaliknya tidak jarang ditemukan seseorang yang selalu mengeluh sakit padahal tidak ditemukan penyakit apapun pada dirinya. Contohnya penyakit gusi kurang diperhatikan karena tidak memberi rasa sakit. Orang baru terkejut kalau mendapatkan giginya sudah goyah dan tidak dapat dipakai untuk menggigit dan mengunyah.
Perbedaan: penyakit adalah keadaan yang bersifat obyektif sedangkan sakit bersifat subyektif.

Pelayanan kesehatan berdasarkan 5 tingkat pencegahan penyakit (five level of prevention) dari Leavell & Clark, 1953, sesuai dengan pemanfaatannya:
1. Promosi kesehatan (health promotion);
2. Perlindungan khusus (specific protection);
3. Diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis & prompt treatment);
4. Pembatasan cacat (disability limitation);
5. Rehabilitasi (rehabilitation).

Ada tiga tingkatan pencegahan di bidang pelayanan kesehatan masyarakat sesuai dengan tingkat perkembangan pathogenesis penyakit:
1. Pencegahan Primer (primary prevention)
1.a. Promosi Kesehatan (Health Promotion)
- Penerapan gaya hidup sehat: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS), Kadarzi
- Penyuluhan Kesehatan
- Aplikasi Kesehatan Olahraga, Keselamatan Kerja, Kesehatan Jiwa
- Pemberantasan vektor (PSN) dan penyehatan lingkungan

1.b. Perlindungan spesifik (Spesific Protection)
- Pencegahan penyakit (Imunisasi, kondom, kelambusasi)
- Kontrasepsi (KB)
- Alat Pelindung Diri (APD)
- Penyemprotan/fogging: Lalat, nyamuk, kecoa
- Abatisasi
- Tindakan kaporisasi sumber air bersih
- Isolasi penderita penyakit menular
- Kemopreventif kunjungan ke daerah endemis malaria

2. Pencegahan Sekunder (Secondary prevention)
Pencegahan Sekunder:
2.a. Dignosis dini (Early diagnosis)
- Surveilans penyakit menular dan tidak menular
- Surveilans gizi pada Balita dan Ibu Hamil
- Surveilans KIA: PWS Ibu Hamil, PWS Imunisas, PWS Gizi
- Deteksi dini penyakit (pengumpulan dan pemeriksaan sputum, pengambilan darah
malaria)
- Pemantauan ibu hamil resiko tinggi
- Penimbangan anak balita dan pemberian PMT
- Penjaringan kesehatan anak sekolah
- Sweeping drop-out ibu hamil, imunisasi, gizi kurang/buruk

2.b. Pengobatan tepat (Prompt treatment) Kegiatannya:
- Distribusi makanan tambahan pada gizi kurang atau buruk.
- Pelayanan pengobatan: farmakoterapi, terapi bedah, psikoterapi

Pencegahan Tersier (tertiary prevention):
- Rehabilitasi (aspek medis dan sosial) melalui kegiatan Perkesmas
- Fisioterapi/rehabilitasi medik
- Perawatan pasien fase terminal melalui pelayanan paliatif.

Dalam demografi, istilah tingkat kelahiran atau crude birth rate (CBR) dari suatu populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun. Secara matematika, angka ini bisa dihitung dengan rumus CBR = n/(p x1000)
di mana n adalah jumlah kelahiran pada tahun tersebut dan p adalah jumlah populasi saat penghitungan. Hasil penghitungan ini digabungkan dengan tingkat kematian untuk menghasilkan angka tingkat pertumbuhan penduduk alami (tidak melibatkan angka perpindahan penduduk/migrasi).
Laju pertumbuhan penduduk Indonesia pada tahun 2009 mencapai sekitar 1,4 persen.

Angka Pertumbuhan Penduduk:
Pt = Po (1 + r)ⁿ
Jumlah penduduk kecamatan A tahun 2009 = 30.000 jiwa
Angka pertumbuhan penduduk Kampar = 3,27%
Jumlah penduduk kecamatan A tahun 2010 =
Pt = 30.000 (1+0.0327)
Pt = 30.981 jiwa

Angka Proyeksi Penduduk:
a. Jumlah Ibu Hamil = 2,86%
b. Jumlah Bumil Risti = 20% dari Bumil
c. Jumlah Bulin = 2,73%
d. Jumlah bayi/neonatus risti = 6.5% dari Neonatus
e. Jumlah Bayi = 2,60%
f. Jumlah Balita = 13,40%
g. Jumlah Apras = 15,8%
h. Jumlah Remaja = 14,00%
i. Jumlah WUS = 28,00%
j. Jumlah PUS = 16,60%
k. Jumlah Usila = 8,48%

Jumlah penduduk = Jumlah bayi / 2.60%
Jumlah penduduk = 780/2.60% = 30.000 jiwa

INDIKATOR KESEHATAN

RPJMN 2010 – 2014
KEPRES No: 5/2010
CAPAIAN 2007

Meningkatnya UHH dari 70,6 thn menjadi 72,0 thn

Menurunnya AKB/IMR dari 37 per 1000 KH (SDKI) menjadi 24 per 1000 KH

Menurunnya AKBa dari 47 per 1000 KH (SDKI) menjadi 32 per 1000 KH

Menurunnya AKI menjadi dari 226 per 100.000 KH (SDKI) menjadi 118 per 100.000 KH

Menurunnya prevalensi gizi-kurang pada anak balita dari 21,1% menjadi 15%(Riskesdas)

SUMBER HASIL SKDI 2002-2003
AKI = 307/100.000 KH
Angka Kematian Perinatal = 40/1000 KH
IMR = 37/1000 KH
AKBa = 47/1000 KH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.